Bu Guru :
Ini peta negeri kita Indonesia. Apa anak-anak?
Siswa :
Indonesia
Bu Guru :
Kite berade di pulau Kalimantan. Ape?
Siswa :
Kalimantan
Siswa(Lized) : Dusun kite di mana bu?
Bu
Guru : Dusun kite berade di garis terluar Indonesia, tepatnya berada
di antara perbatasan Indonesia dan Malaysia.
Siswa(Lized) : Rumah kepala dusun di mana bu?
Bu
Guru : Rumah pak kepala dusun pasti
ade di peta dusun kite, tapi petanya belum sempat dibuat.
Siswa(Lized) : Ah, saya tau (maju ke depan kelas).
Hah..pasti di sini(menunjuk bgian peta yang robek)
Semua
siswa : (tertawa) Hahhaaaa.. :D
Bu
Guru : sudah-sudah, Lized duduk!
Nah, penduduk Indonesia berjumlah 230 juta jiwa, banyak ye..
Siswa(Salman):
Bu, penduduk dusun kite ini berape bu?
Siswa(Lized) : Pasti belum sempat dihitung Salman.
Bu
Guru : Karena belum sempat
dihitung berarti tugas Lized untuk menghitung.
Siswa(Lized) : Saya lagi saya lagi, baik bu upahnya 20 RM
(Ringgit Malaysia)
Nah, itulah sahabat sepenggal dialog dari film “Tanah Surga Katanya” yang InsyaALLAH menambah rasa nasionalisme kita. Bisa dibayangkan begitu semangatnya mereka mendengar penjelasan dari gurunya, walaupun batas antara kelas sebelahnya hanyalah triplek yang menutup sebagian ruangan saja dan berlantai papan tua menjadi penopang pijakan bukan semen ataupun ubin seperti kita. Mereka datang untuk menuntut ilmu di tengah keterbatasan yang ada. Ada satu peristiwa yang menyentuh ketika Bu Guru meminta mereka untuk menunjukkan PR berupa gambar bendera Indonesia Sang Saka Merah Putih. Ketika semua mengangkat gambarnya tinggi miris sungguh miris hanya “seorang” saja yang menggambar dengan betul, Salina lah namanya.
Satu kata yang membuat semangat ini
bergejolak, kata dari seorang kakek “aku
mengabdi bukan untuk pemerintah tapi untuk negeri ini, bangsaku sendiri”.
Film ini diisi dengan soundtrack yang tak asing lagi di telinga:
Film ini diisi dengan soundtrack yang tak asing lagi di telinga:
“Kolam Susu”
Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jalan cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Kail dan jalan cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupmu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkah kayu dan batu jadi tanaman
“Selamat
menonton, mencari, dan mengambil pelajaran dari film ini sahabat “
Inilah “TANAH SURGA KATANYA”


sangat membanggakan jika siswa sudah ditanamkan rasa nasionalisme yang tinggi sejak dini :)
BalasHapusbagus bingit nii film.bikin nangis.
BalasHapusUswah sudah pernah lihat kah?
BalasHapusbgus film tuhhh,,,,,tdk hnya mnghbur tp jga mnmbh pngethuan bgi kita,,,,wajib nontn pkok nya,,,,
BalasHapus,penegn nton filmnya
BalasHapus.
.http://ettymawarni.blogspot.com/
smoga bermanfaat dan
BalasHapusbgi yg mau sya pnya film nya ^^
keren... :)
BalasHapus