Jumat, 20 Desember 2013

TANAH SURGA KATANYA


Bu Guru          : Ini peta negeri kita Indonesia. Apa anak-anak?
Siswa               : Indonesia
Bu Guru          : Kite berade di pulau Kalimantan. Ape?
Siswa               : Kalimantan
Siswa(Lized)   : Dusun kite di mana bu?
Bu Guru          : Dusun kite berade  di garis terluar Indonesia, tepatnya berada di antara perbatasan Indonesia dan Malaysia.
Siswa(Lized)   : Rumah  kepala dusun di mana bu?
Bu Guru          : Rumah pak kepala dusun pasti ade di peta dusun kite, tapi petanya belum sempat dibuat.
Siswa(Lized)   : Ah, saya tau (maju ke depan kelas). Hah..pasti di sini(menunjuk bgian peta yang robek)
Semua siswa    : (tertawa) Hahhaaaa.. :D
Bu Guru          : sudah-sudah, Lized duduk! Nah, penduduk Indonesia berjumlah 230 juta jiwa, banyak      ye..
Siswa(Salman): Bu, penduduk dusun kite ini berape bu?
Siswa(Lized)   : Pasti belum sempat dihitung Salman.
Bu Guru          : Karena belum sempat dihitung berarti tugas Lized untuk menghitung.
Siswa(Lized)   : Saya lagi saya lagi, baik bu upahnya 20 RM (Ringgit Malaysia)


Nah, itulah sahabat sepenggal dialog dari film “Tanah Surga Katanya” yang InsyaALLAH menambah rasa nasionalisme kita. Bisa dibayangkan begitu semangatnya mereka mendengar penjelasan dari gurunya, walaupun batas antara kelas sebelahnya hanyalah triplek yang menutup sebagian ruangan saja dan berlantai papan tua menjadi penopang pijakan bukan semen ataupun ubin seperti kita. Mereka datang untuk menuntut ilmu di tengah  keterbatasan yang ada. Ada satu peristiwa yang menyentuh ketika Bu Guru meminta mereka untuk menunjukkan PR berupa gambar bendera  Indonesia Sang Saka Merah Putih. Ketika semua mengangkat gambarnya tinggi miris sungguh miris hanya “seorang” saja yang menggambar dengan betul, Salina lah namanya.
Satu kata yang membuat semangat ini bergejolak, kata dari seorang kakek  “aku mengabdi bukan untuk pemerintah tapi untuk negeri ini, bangsaku sendiri”.



 Film ini diisi dengan soundtrack yang tak asing lagi di telinga:

“Kolam Susu”
Bukan lautan hanya kolam susu

Kail dan jalan cukup menghidupimu

Tiada badai tiada topan kau temui

Ikan dan udang menghampiri dirimu


Bukan lautan hanya kolam susu

Kail dan jala cukup menghidupmu

Tiada badai tiada topan kau temui

Ikan dan udang menghampiri dirimu


Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkah kayu dan batu jadi tanaman

 “Selamat menonton, mencari, dan mengambil pelajaran dari film ini sahabat 
Inilah “TANAH SURGA KATANYA”

7 komentar:

  1. sangat membanggakan jika siswa sudah ditanamkan rasa nasionalisme yang tinggi sejak dini :)

    BalasHapus
  2. bagus bingit nii film.bikin nangis.

    BalasHapus
  3. bgus film tuhhh,,,,,tdk hnya mnghbur tp jga mnmbh pngethuan bgi kita,,,,wajib nontn pkok nya,,,,

    BalasHapus
  4. ,penegn nton filmnya
    .
    .http://ettymawarni.blogspot.com/

    BalasHapus
  5. smoga bermanfaat dan
    bgi yg mau sya pnya film nya ^^

    BalasHapus