Jumat, 20 Desember 2013

Kerasnya Kehidupan Anak Jalanan



Fenomena anak jalanan di Indonesia sungguh memperihatinkan. Hampir di setiap sudut kota ada mereka bahkan sebagian kota-kota dunia lainnya. Saya pernah dihampiri anak kecil kira-kira berumur enam tahun dan menyanyi sambil memberi saya amplop bertuliskan,”kakak minta bantuannya buat beli alat sekolah”. Begitu miris membaca alasannya demi pendidikan. Ternyata wajah yang begitu polos tidak tahu tindakan apa yang ia jalani sekarang, yang ia tahu hanya bahagia saat mendapatkan uang.


Kerasnya kehidupan saat ini memaksa anak memilih jalanan sebagai dunia mereka. Anak jalanan berasal dari berbagai latar belakang berbeda mulai dari keadaan ekonomi yang kurang, memaksa mereka membantu orang tuanya untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, ada juga karena korban dari pertengkaran dan perceraian orang tua (broken home), faktor lingkungan sekitar yang kurang mendukung, bahkan karena eksploitasi anak. Ketika mereka dihadapkan permasalahan seperti ini, maka tak heran bila anak akan menumpahkan segala keluh kesahnya pada hal-hal yang mereka anggap baik tetapi hal tersebut bisa jadi berdampak negatif baginya. Salah satunya dengan memilih hidup sebagai anak jalanan. Anak jalanan, mereka yang terbiasa hidup di jalanan atau mereka yang biasa mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan ekonominya, bermain, bahkan tempat tinggal mereka juga di jalanan. Sangat ironis memang, mereka penerus bangsa harus merasakan kerasnya kehidupan.

Berbagai cara pun mereka gunakan untuk bertahan hidup di jalanan, kemampuan dan kreativitas mereka  pun diuji. Bekerja sebagai pengamen, pemulung, pengemis, bahkan pencuri pun biasa. Itu semua sekedar untuk mendapatkan sesuap nasi dan memunuhi kebutuhan hari ini.  Mereka yang berjuang diantara panas dan kejamnya dunia jalanan.Terkadang keberadaan mereka  sering dianggap  mengganggu ketertiban dan keindahan kota. Sehingga mereka pun menjadi salah satu sasaran razia Tramtib selain gelandangan.

Pakaian lusuh dengan keadaan badan yang kurang terawat adalah teman keseharian mereka, terlepas dari masa kecil bahagia yang diganti dengan kerasnya bertahan hidup di jalanan. Indahnya sekolah yang seharusnya dijalani menjadi barang mewah untuk dipenuhi. Bahkan karena begitu asyiknya hidup dijalanan mereka mulai melupakan pentingnya pendidikan bagi kehidupan mereka di masa depan. Sehingga kebanyakkan dari mereka mengabaikan pendidikan dan lebih mementingkan bagaimana caranya memenuhi kebutuhan ekonomi mereka.

Anak jalanan juga sering menjadi korban kekerasan fisik, psikis, pelecehan seksual, bahkan eksploitasi seperti perdagangan anak dengan contoh dijadikan pengemis. Mereka sering menjadi korban kekerasan orang yang semenah-menah dan tidak bertanggung jawab. Kehidupan yang keras membuat mereka sangat sulit berubah, sehingga sebagian diantara mereka mulai mencoba hal-hal berbahaya salah satu nya, “ngelem”.

Lalu bagaimana peran pemerintah dalam menanggulangi masalah anak jalanan? Jelas dalam UUD 1945 ,”fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara”. Hal tersebut berarti masalah anak jalanan juga termasuk dalam tanggung jawab pemerintah dalam mengatasinya. Salah satu upaya pemerintah adalah dengan menjalin kerjasama dengan LSM, dinas sosial, kepolisian dan lembaga-lembaga internasional dibidang anak seperti UNICEF yang bergerak dalam melindungi hak-hak anak, Save The Children, Komnas HAM, dan Komnas PA. Selain penanganan seperti itu, pemerintah seharusnya juga memiliki solusi lain dalam mengatasi masalah anak jalanan. Misalnya dengan pengembangan potensi diri anak seperti melakukan pembinaan terhadap kemampuan mereka. Dengan contoh menyediakan tempat mereka melakukan pelatihan dan pembinaan kesenian, olahraga, bahkan keterampilan tangan.  Ini semua akan bermanfaat bagi mereka, karena dengan ini mereka bisa memiliki pekerjaan yang jelas dan lebih terbina. Dan sebagai masyarakat kita juga dapat membantu mereka dengan keahlian yang telah mereka dapat dengan memilih menjadi karyawan sesuai dengan bidang yang kita butuhkan, selain itu dapat pula dengan membangun rumah singgah bagi anak jalanan seperti banyak yang dilakukan masyarakat lainnya.

Anak jalanan juga menginginkan masa depan yang cerah, mereka juga ingin perubahan, mereka pun ingin tumbuh dewasa menjadi orang yang bermanfaat dan berbudi pekerti yang baik. Perkembangan anak jalanan yang diperkirakan setiap tahun meningkat menjadi masalah sosial bersama. Tidak hanya pemerintah yang bergerak, melainkan LSM, serta masyarakaat harus ikut serta dalam penanganan berbagai masalah yang berkaitan dengan anak jalanan terutama mengenai ekploitasi anak. Bila semua berjalan dengan benar, maka tinggal solusi dan cara yang tepatlah dibutuhkan dalam mengatasi permasalahan ini. Berpikirlah bahwa mereka juga memiliki kemampuan yang mungkin lebih baik dari kita. Anak jalanan juga merupakan generasi penerus bangsa  yang patut kita jaga dan kita bantu dalam mengembangkan potensi mereka. Mereka layak mendapatkan masa depan cerah yang bukan hanya impian dan khayalan semata.
                                                                                                                                            


7 komentar:

  1. Balasan
    1. heheeee.. jdi malu, koment yg atas ukh.. keren filmnya,,, :)

      Hapus
  2. bgus sista,,,PR kita nih bgaimna crany untuk membantu mereka agar mnjadi lebih baik lgi,,,,,

    BalasHapus
  3. kalo sikap kita harus gimana nih enaknya sebagai mahasiswa?

    BalasHapus
  4. kita harus banyak" membantu mereka sista,,

    BalasHapus