Fenomena
anak jalanan di Indonesia sungguh memperihatinkan. Hampir di setiap sudut kota
ada mereka bahkan sebagian kota-kota dunia lainnya. Saya pernah dihampiri anak
kecil kira-kira berumur enam tahun dan menyanyi sambil memberi saya amplop
bertuliskan,”kakak minta bantuannya buat
beli alat sekolah”. Begitu miris membaca alasannya demi pendidikan.
Ternyata wajah yang begitu polos tidak tahu tindakan apa yang ia jalani
sekarang, yang ia tahu hanya bahagia saat mendapatkan uang.
Kerasnya kehidupan saat ini memaksa anak memilih jalanan sebagai dunia mereka. Anak jalanan berasal dari berbagai latar belakang berbeda mulai dari keadaan ekonomi yang kurang, memaksa mereka membantu orang tuanya untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, ada juga karena korban dari pertengkaran dan perceraian orang tua (broken home), faktor lingkungan sekitar yang kurang mendukung, bahkan karena eksploitasi anak. Ketika mereka dihadapkan permasalahan seperti ini, maka tak heran bila anak akan menumpahkan segala keluh kesahnya pada hal-hal yang mereka anggap baik tetapi hal tersebut bisa jadi berdampak negatif baginya. Salah satunya dengan memilih hidup sebagai anak jalanan. Anak jalanan, mereka yang terbiasa hidup di jalanan atau mereka yang biasa mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan ekonominya, bermain, bahkan tempat tinggal mereka juga di jalanan. Sangat ironis memang, mereka penerus bangsa harus merasakan kerasnya kehidupan.
Berbagai
cara pun mereka gunakan untuk bertahan hidup di jalanan, kemampuan dan
kreativitas mereka pun diuji. Bekerja
sebagai pengamen, pemulung, pengemis, bahkan pencuri pun biasa. Itu semua
sekedar untuk mendapatkan sesuap nasi dan memunuhi kebutuhan hari ini. Mereka yang berjuang diantara panas dan
kejamnya dunia jalanan.Terkadang keberadaan mereka sering dianggap mengganggu ketertiban dan keindahan kota.
Sehingga mereka pun menjadi salah satu sasaran razia Tramtib selain
gelandangan.
Pakaian
lusuh dengan keadaan badan yang kurang terawat adalah teman keseharian mereka,
terlepas dari masa kecil bahagia yang diganti dengan kerasnya bertahan hidup di
jalanan. Indahnya sekolah yang seharusnya dijalani menjadi barang mewah untuk
dipenuhi. Bahkan karena begitu asyiknya hidup dijalanan mereka mulai melupakan
pentingnya pendidikan bagi kehidupan mereka di masa depan. Sehingga kebanyakkan
dari mereka mengabaikan pendidikan dan lebih mementingkan bagaimana caranya
memenuhi kebutuhan ekonomi mereka.
Anak
jalanan juga sering menjadi korban kekerasan fisik, psikis, pelecehan seksual,
bahkan eksploitasi seperti perdagangan anak dengan contoh dijadikan pengemis.
Mereka sering menjadi korban kekerasan orang yang semenah-menah dan tidak
bertanggung jawab. Kehidupan yang keras membuat mereka sangat sulit berubah,
sehingga sebagian diantara mereka mulai mencoba hal-hal berbahaya salah satu
nya, “ngelem”.
Lalu
bagaimana peran pemerintah dalam menanggulangi masalah anak jalanan? Jelas
dalam UUD 1945 ,”fakir miskin dan anak
terlantar dipelihara oleh Negara”. Hal tersebut berarti masalah anak jalanan
juga termasuk dalam tanggung jawab pemerintah dalam mengatasinya. Salah satu
upaya pemerintah adalah dengan menjalin kerjasama dengan LSM, dinas sosial,
kepolisian dan lembaga-lembaga internasional dibidang anak seperti UNICEF yang
bergerak dalam melindungi hak-hak anak, Save The Children, Komnas HAM, dan
Komnas PA. Selain penanganan seperti itu, pemerintah seharusnya juga memiliki
solusi lain dalam mengatasi masalah anak jalanan. Misalnya dengan pengembangan
potensi diri anak seperti melakukan pembinaan terhadap kemampuan mereka. Dengan
contoh menyediakan tempat mereka melakukan pelatihan dan pembinaan kesenian,
olahraga, bahkan keterampilan tangan.
Ini semua akan bermanfaat bagi mereka, karena dengan ini mereka bisa
memiliki pekerjaan yang jelas dan lebih terbina. Dan sebagai masyarakat kita
juga dapat membantu mereka dengan keahlian yang telah mereka dapat dengan
memilih menjadi karyawan sesuai dengan bidang yang kita butuhkan, selain itu
dapat pula dengan membangun rumah singgah bagi anak jalanan seperti banyak yang
dilakukan masyarakat lainnya.
Anak
jalanan juga menginginkan masa depan yang cerah, mereka juga ingin perubahan,
mereka pun ingin tumbuh dewasa menjadi orang yang bermanfaat dan berbudi
pekerti yang baik. Perkembangan anak jalanan yang diperkirakan setiap tahun
meningkat menjadi masalah sosial bersama. Tidak hanya pemerintah yang bergerak,
melainkan LSM, serta masyarakaat harus ikut serta dalam penanganan berbagai
masalah yang berkaitan dengan anak jalanan terutama mengenai ekploitasi anak. Bila
semua berjalan dengan benar, maka tinggal solusi dan cara yang tepatlah
dibutuhkan dalam mengatasi permasalahan ini. Berpikirlah bahwa mereka juga
memiliki kemampuan yang mungkin lebih baik dari kita. Anak jalanan juga
merupakan generasi penerus bangsa yang
patut kita jaga dan kita bantu dalam mengembangkan potensi mereka. Mereka layak
mendapatkan masa depan cerah yang bukan hanya impian dan khayalan semata.
Keren des.. :-)
BalasHapuskamsahamnida ^^
HapusBagus syekali, ukh... ^^
BalasHapusheheeee.. jdi malu, koment yg atas ukh.. keren filmnya,,, :)
Hapusbgus sista,,,PR kita nih bgaimna crany untuk membantu mereka agar mnjadi lebih baik lgi,,,,,
BalasHapuskalo sikap kita harus gimana nih enaknya sebagai mahasiswa?
BalasHapuskita harus banyak" membantu mereka sista,,
BalasHapus