SETENGAH dari populasi dunia didominasi oleh
Muslim dan Kristen. Terdapat sekitar 2,2 miliar orang Kristen (32 persen dari
populasi dunia), 1,6 miliar Muslim (23 persen), 1 miliar Hindu (15 persen),
hampir 500 juta Buddhis (7 persen), dan 14 juta orang Yahudi (0,2 persen) di
seluruh dunia pada tahun 2010, menurut Pusat Forum Riset Pew tentang Agama dan
Kehidupan Publik di dunia.
Lalu apakah dari 1,6 miliar Muslim sudah di jalur yang benar? Are you a real Muslim? Pertanyaan kecil namun membutuhkan solusi yang besar. Data mungkin menunjukkan bahwa jumlah muslim di dunia terus meningkat, namun tidak dalam pelaksanaannya. Banyak orang yang mengaku Islam namun hanya sekedar Islam abal-abalan saja.
Bagaimana kita bisa menjadi
“a real Muslim”? Salah satu
jawabannya jadilah seorang muslim yang produktif. Produktif adalah suatu
kegiatan yang menghasilkan sesuatu.
Ibnu Umar meriwayatkan bahwa seorang lelaki
mendatangi Nabi SAW dan berkata, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling
diicintai Allah? Dan amal apakah yang paling dicintai Allah SWT?” Rasulullah
menjawab,“Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling
bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan
yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan
suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan
sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menunaikan) suatu
kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beri’tikaf di masjid ini—yaitu Masjid
Madinah—selama satu bulan. Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka
Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal
dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan
harapan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya
untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka
Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari
perhitungan).” (HR. Thabrani)
Banyak diantara kita mungkin berpikir menjadi produktif itu
sangatlah susah, berpikir bahwa produktif itu haruslah menghasilkan sesuatu,
namun sebenarnya tidaklah menakutkan seperti yang dibayangkan. Belajarlah dari
dari Imam Syafi’i yang melakukan percepatan diri( usia belum baligh sudah
menjadi ulama yang disegani) sehingga hidupnya selalu terisi dengan prestasi
menyejarah hingga kini. Berikut kiat-kiat menjadi “a productive muslim”:
1.) Awallih
harimu dengan “Bismillahirrahmanirrahiim” (menambah kekuatan, menghindari dari
gangguan syetan) dan berdo’alah
2.) Selalu
memperbaiki kualitas diri, terus tingkatkan pengetahuan (knowledge), sikap (attitude), dan keterampilan (skill)
3.) Atur
waktu dengan baik, terarah, dan terkontrol, lalu manfaatkan setiap kesempatan
yang ada
Rasulullah SAW bersabda: ”Dua macam nikmat
dari beberapa nikmat Allah yang banyak menipu manusia adalah nikmat kesehatan
dan kekosongan (kesenggangan)” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas).
4.) Bertawakal
hanya pada ALLAH
5.) Manfaaatkan
teknologi
Masih ada banyak kiat-kiat
menjadi muslim produktif lainnya. Namun perlu diingat jadilah besar dengan cara
yang benar. Tidak hanya terus menerus mengahasilkan sesuatu, menjadi orang yang
bermanfaat bagi orang di sekitar kita sudah termasuk ke dalam muslim yang
produktif. Selamat menjadi “a productive
Muslim” sahabat.
Makasih mba desi :-)
BalasHapussiipp.. mri perbaiki dri sma2 ^^
Hapusperbaiki diri
BalasHapuswe can do it ^^
Hapusdapat pengalaman baru ini saya.. mksihh,, infonyaa
BalasHapuswah infonya keren :D
BalasHapushttp://tiaratianisa05.blogspot.com/
Maksih infonya mba desii :)
BalasHapusMampir ya di megaratrisna27.blogspot.com
sma2.. oke, ditunggu kembali kehdirannya ^^
Hapusmakasih infonya,,,,,
BalasHapus,thanks infonya,,
BalasHapus.
.mampir y http://ettymawarni.blogspot.com/
semoga bermanfaat sahabat ^^
BalasHapustrima ksih atas kunjungannya
jangan lupa niat hahah
BalasHapusBerubah untuk lebih baik.. FIGHTING sahabat ^^
BalasHapusperbaiki diri. mulai perubahan yang lebih baik lagi ^^
BalasHapushttp://tiaratianisa05.blogspot.com/