Lihatlah, kau menginjak
duri yang nyatanya tak dapat kau hindari. Sekarang apa yang bisa diperbuat.
Sakitkan, atau mungkin kau masih mampu bertahan! Apa kau akan mencoba untuk
mencabutnya, atau mencoba untuk merintih terlebih dulu. Kau yang rasakan itu,menikmatinya
atau malah mengeluh karenanya. Sama halnya dengan cinta, orang di sekitarmu
bahkan tak tau seberapa besar cinta yang kamu miliki baik kepada agamamu,
keluargamu, teman-temanmu, jabatanmu, ataupun hartamu. Bahasan tentang cinta
memang tak ada habisnya sahabat, cinta mengikuti kemanapun kita pergi menempel
seperti lem super lengket. Tak peduli kau seorang karyawan, guru, tuna wicara,
tuna susila, atau seorang preman pasar pastilah pernah merasakan yang namanya
cinta.
bila
cinta karena harta maka bahagia sia-sia
dan
bila cinta karena ALLAH, maka Surgalah pelabuhan cintanya.
Begitu pula halnya
cinta kita kepada ALLAH. Memilih muslim itu wujud keseriusan kita. Bila kita
cinta, kita akan melakukan apa saja untuk yang dicinta. Orang yang bekerja
dengan cinta, maka ia akan bahagia. Sakitnya cinta itu beda, sesakit apapun
kamu masih tetap menginginkannya dan memperjuangkannya. Sakit dan susah sekarang tak apa, tak indah
di mata manusia juga tak apa. Ia yang mencintai ALLAH hanya melakukan ibadah
semata-mata untuk ALLAH. Cinta yang dalam itu lama-lama akan semakin dalam
masuk menggerogoti hatimu, dan mulai memintamu bersabar, dan mulai meminta
semakin besar, semakin sadar. Ujian cinta akan datang menyerang seperti
kalong-kalong di langit nan sengit. Satu persatu beradu cepat masuk ke dalam
goa tempat semua bermuara. Jelas yang
cepat tentunya akan masuk sebagai pemenang. Bak cinta nan rumit ,
semakin diperjuangkan semakin pahit bagai terlilit dalam akar-akar pohon
beringin. Semakin kau mencintai nanti semakin kau menikmati berbagai cobaan
yang menanti. Kala sakit mulai menghilang, datanglah senang mulai menggerayang.
Cinta yang hanya
diucapkan tak cukup sahabat, seperti yang kita ketahui bahwa cinta itu perlu
pengorbanan butuh pembuktian. Menyatakan cinta, padahal kehendak hati yang
dicintai tidak diikuti, adalah cinta palsu. Cinta palsu itu hanya akan menjadi
sia-sia tak ada hasilnya. Ayoo tobat,
ajal tak menunggu tempat dan kesiapan kita sahabat. Mungkin satu detik setelah
membaca ini, atau mungkin sebelum sempat sahabat membaca ini. Cintai ALLAH karena Ia selalu mencintai kita
walau kita sering melupakannya. Semoga bermanfaat yaaa.. ^^
·
Imam Ibnul Qayyim berkata: “Tidak ada
kebahagiaan, kelezatan, kenikmatan, dan kebaikan bagi hati manusia kecuali
(setelah) dia menjadikan Allah (sebagai) sembahannya satu-satunya, puncak dari
tujuannya dan Zat yang paling dicintainya melebihi segala sesuatu (yang ada di
dunia ini)”.
·
“Dan di antara manusia ada orang-orang
yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintainya
sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapan orang-orang yang beriman amat sangat
cintanya kepada Allah” (QS al-Baqarah: 165)”
·
وَهُوَ الْغَفُورُ الْوَدُودُ
“Dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha
Mencintai hamba-hamba-Nya” (QS al-Buruuj: 14).
Mampir.. hehe
BalasHapusterima kasih selalu setia mengunjungi blog saya..
Hapusjangan lupa dibaca dulu, agar lebih bermanfaat dan berguna sahabat ^^
subhanallah
BalasHapushttp://prasetiyaadam.blogspot.com/
terima kasih..
Hapussedikit kata yang bisa dibagi, semoga bermanfaat ^^
mari kita belajar mencintai-Nya seoenuh hati
BalasHapussuper sekali.jangan sampai kita mengsalah artikan cinta.
BalasHapusyaa, seperti cintaku padamu.. :D
HapusDan saya mencintaimu karena Allah ya Ukhti. ^_^
BalasHapussemoga cinta yang tumbuh semakin memperat ukhuwah ini ukh ^_^
Hapusjangan pernah mencintai orang yg ga mencintai Allah.kalo dy aja bsa ninggalin Allah bagaimana dgn qt
BalasHapuskeren
BalasHapustiyaslingling.blogspot.com
mantaap desi :D
BalasHapusfafafuadah.blogspot.com
terima kasih semua, telah mampir di blog ini.. semoga bermanfaat ya :)
BalasHapuskata2nya puintis sekali
BalasHapus